Jumat, 01 Januari 2010

Field Failure Protection


Sebagai sumber energi listrik dalam suatu sistem tenaga, generator memiliki peran yang penting, sehingga tripnya PMT/CB generator sangat tidak dikehendaki karena sangat mengganggu sistem, terutama generator yang berdaya besar. Dan juga karena letaknya di hulu, PMT/CB generator tidak boleh mudah trip tetapi juga harus aman bagi generator, walaupun didalam sistem banyak terjadi gangguan.
Untuk menjaga keandalan dari kerja generator, maka dilengkapilah generator dengan Peralatan-peralatan proteksi. Peralatan proteksi generator harus betul-betul mencegah kerusakan generator, karena kerusakan generator selain akan menelan biaya perbaikan yang mahal juga sangat mengganggu operasi sistem.
Salah satu proteksi yang digunakan pada generator adalah Field Failure Protection. Proteksi ini berfungsi untuk pengaman generator terhadap kehilangan medan penguat. Kehilangan medan penguat pada generator dapat terjadi karena disebabkan oleh:
a. Field Breaker (saklar medan) secara tiba-tiba terbuka.
b.Terjadi hubung singkat / hubung tanah (ground) pada rangkaian medan penguat.
c. Penurunan arus penguat
d. Rangkaian medan terbuka (open circuit)
Penguatan hilang atau penguatan melemah bisa menimbulkan pemanasan yang berlebihan pada kumparan stator. Penguatan hilang menyebabkan gaya mekanik pada kumparan arus searah rotor hilang, timbul arus pusar berlebihan di rotor, selanjutnya rotor mengalami pemanasan yang berlebihan.
Pada saat penguatan medan terputus, putaran generator akan meningkat, hal ini mengakibatkan perilakunya berubah menjadi generator induksi, sehingga arus lebih dihasilkan oleh rotor. Karena penurunan tegangan eksitasi, maka tegangan keluaran dari generator perlahan-lahan turun. Akibatnya arus naik, generator menjadi under excited dan menghasilkan daya reaktif 2-4 kali beban generator itu sendiri. Sebelum kehilangan eksitasi, generator menyalurkan daya ke sistem. Tetapi pada saat kehilangan medan, terjadi penyaluran beban reaktif yang besar ke sistem secara tiba-tiba dan menyebabkan penurunan tegangan dan ketidakstabilan pada sistem.
Jika sistem memiliki kemampuan untuk mentoleransi perbedaan daya reaktif, maka perlindungan otomatis tidak diperlukan, tetapi jika sistem dalam kondisi tidak seimbang dan tidak mempunyai kemampuan untuk mentolerir, maka perlindungan otomatis yang diperlukan. Under Current Moving Coil Relay dihubungkan dengan Shunt yang sudah terhubung secara seri dengan kumparan medan.

Tapi dalam kasus generator-generator besar yang beroperasi diatas range eksitasi medan maka relay ini tidak akan bekerja dengan baik karena kegagalan medan yang disebabkan tidak terdeteksinya kehilangan eksitasi. Oleh karena itu dibutuhkan penginduksian arus dari stator.

Selasa, 22 Desember 2009

Rancang Bangun Pemanas Bahan Bakar Premium Untuk Peningkatan Efisiensi dan Kinerja Pada Motor Bakar

Dewasa ini masyarakat mempunyai beragam profesi maupun keperluan lainnya sehingga menuntut untuk dapat melakukan mobilitas yang tinggi.sedangkan untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan alat transportasi untuk melakukan perpindahan tempat. Transportasi masal yang saat ini belum bisa menawarkan apa yang diinginkan masyarakat seperti tidak selalu tepat tujuan yang dimaksud,kurangnya jumlah armada pengangkut dan ongkos yang dirasa masih mahal. Disisi lain banyak supplier kendaraan khususnya roda dua yang dengan gencar melakukan penawaran – penawaran, baik fungsi yang diandalankan dari tiap-tiap pabrikan maupun cara – cara mudah untuk mendapatkan kendaraan sehingga mengakibatkan masyarakat berpikir lebih baik membeli kendaraan khususnya roda dua daripada menggandalkan transportasi masal.

Dengan bertambahnya jumlah kendaraan mengakibatkan permintaan akan BBM juga akan meningkat Alat transportasi saat ini khususnya di Indonesia masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai energi primer untuk menggerakkan motor bakar. BBM yang dihasilkan dari fosil memiliki keterbatasan jumlah produksi. Pengurangan dan penghapusan subsidi BBM membuat terjadinya kenaikan harga BBM, entah bensin (premium, pertamax, dan pertamax plus) ataupun solar. Dengan kenaikan harga BBM yang terjadi memaksa masyarakat untuk melakukan upaya penghematan diantaranya dengan cara pengionisasian menggunakan induksi magnet, upaya yang lain adalah meningkatkan efisiensi proses pembakaran dalam ruang bakar mesin baik bensin ataupun diesel. Mesin-mesin terkini juga dilengkapi peralatan elektronik yang mengatur atau menyesuaikan jumlah pasokan bahan bakar dengan putaran mesin (RPM) atau beban kerjanya. Ada pula upaya untuk memanaskan BBM sebelum masuk ruang bakar mesin agar cairan BBM berubah menjadi uap. Dari upaya yang dilakukan diatas kesemuannya mengusahakan adanya proses pembakaran BBM yang sempurna pada ruang bakar sehingga tidak ada BBM yang terbuang atau lolos dari ruang silinder tanpa terbakar secara keseluruhan.

Pada rencana kegiatan ini akan digunakan metode yang terakhir yaitu dengan memanaskan BBM dengan suhu konstan sebelum masuk ke proses penguapan oleh karbulator sehingga setelah diuapkan oleh karbulator butir-butir BBM menjadi lebih berpartikel kecil dan halus daripada bila tidak dilakukan pemanasan BBM.dengan demikian uap BBM yang melalui proses pemanasan akan lebih terbakar dengan sempurna.

Pengaturan Kecepatan Motor Induksi 3 phase menggunakan kontrol PID Berbasis Direct Torque Control (DTC)

Motor induksi 3 phase saat ini sering digunakan pada industri dengan berbagai aplikasi. Hal ini disebabkan karena motor induksi 3 phase memiliki keunggulan diantaranya handal, tidak ada kontak antara stator dan rotor kecuali bearing, tenaga yang besar, daya listrik rendah dan hampir tidak ada perawatan, tetapi motor induksi 3 phase memiliki kelemahan pada pengontrolan kecepatan karena kecepatanya hanya bergantung pada frekuensi input sedangkan sumber yang ada memiliki frekuensi yang konstan, untuk mengubah frekuensi input lebih sulit dari pada mengatur tegangan input, dengan ditemukannya teknologi inverter maka hal tersebut menjadi mungkin dilakukan.

Pengaturan kecepatan motor induksi 3 phase dengan kontroller PID merupakan close loop control yang umum digunakan di dalam pengaturan kecepatan motor induksi karena memberikan respon kecepatan yang lebih baik daripada open loop control. Namun hal ini membutuhkan perhitungan matematik yang rumit dan komplek dalam menentukan Kp, Ki, dan Kd yang sesuai, agar diperoleh kinerja motor yang bagus.

Metode pengontrolan kecepatan Motor Induksi 3 Phase mengalami banyak perkembangan mulai dari kendali frekwensi menggunakan pwm, fluks vektor kontrol menggunakan pwm sampai direct torque control (DTC) . Perkembangan ini disebabkan banyaknya penelitian tentang kendali kecepatan motor induksi 3 phasa untuk meningkatkan performa dari driver motor induksi.

Untuk mengontrol kecepatan motor induksi 3 phase menggunakan metode direct torque control memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah

1. Tidak membutuhkan transformasi koordinat.

2. Tidak membutuhkan pembangkit pulsa PWM.

3. Tidak membutuhkan regulator arus.

4. Tidak terlalu bergantung pada parameter mesin.

Simulink pada program matlab dapat digunakan untuk mensimulasikan pengaturan kecepatan yang berbasis DTC ini. Setelah melakukan simulasi, implementasi pada hardware-nya dengan menggunakan PCI interface, tentunya dengan pengkondisian sinyal input atau output dari hardware ke PC atau sebaliknya sehingga dari simulasi dapat dilakukan implementasi pada kondisi nyata.