Motor induksi 3 phase saat ini sering digunakan pada industri dengan berbagai aplikasi. Hal ini disebabkan karena motor induksi 3 phase memiliki keunggulan diantaranya handal, tidak ada kontak antara stator dan rotor kecuali bearing, tenaga yang besar, daya listrik rendah dan hampir tidak ada perawatan, tetapi motor induksi 3 phase memiliki kelemahan pada pengontrolan kecepatan karena kecepatanya hanya bergantung pada frekuensi input sedangkan sumber yang ada memiliki frekuensi yang konstan, untuk mengubah frekuensi input lebih sulit dari pada mengatur tegangan input, dengan ditemukannya teknologi inverter maka hal tersebut menjadi mungkin dilakukan.
Pengaturan kecepatan motor induksi 3 phase dengan kontroller PID merupakan close loop control yang umum digunakan di dalam pengaturan kecepatan motor induksi karena memberikan respon kecepatan yang lebih baik daripada open loop control. Namun hal ini membutuhkan perhitungan matematik yang rumit dan komplek dalam menentukan Kp, Ki, dan Kd yang sesuai, agar diperoleh kinerja motor yang bagus.
Metode pengontrolan kecepatan Motor Induksi 3 Phase mengalami banyak perkembangan mulai dari kendali frekwensi menggunakan pwm, fluks vektor kontrol menggunakan pwm sampai direct torque control (DTC) . Perkembangan ini disebabkan banyaknya penelitian tentang kendali kecepatan motor induksi 3 phasa untuk meningkatkan performa dari driver motor induksi.
Untuk mengontrol kecepatan motor induksi 3 phase menggunakan metode direct torque control memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah
1. Tidak membutuhkan transformasi koordinat.
2. Tidak membutuhkan pembangkit pulsa PWM.
3. Tidak membutuhkan regulator arus.
4. Tidak terlalu bergantung pada parameter mesin.
Simulink pada program matlab dapat digunakan untuk mensimulasikan pengaturan kecepatan yang berbasis DTC ini. Setelah melakukan simulasi, implementasi pada hardware-nya dengan menggunakan PCI interface, tentunya dengan pengkondisian sinyal input atau output dari hardware ke PC atau sebaliknya sehingga dari simulasi dapat dilakukan implementasi pada kondisi nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar