Selasa, 22 Desember 2009

Rancang Bangun Pemanas Bahan Bakar Premium Untuk Peningkatan Efisiensi dan Kinerja Pada Motor Bakar

Dewasa ini masyarakat mempunyai beragam profesi maupun keperluan lainnya sehingga menuntut untuk dapat melakukan mobilitas yang tinggi.sedangkan untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan alat transportasi untuk melakukan perpindahan tempat. Transportasi masal yang saat ini belum bisa menawarkan apa yang diinginkan masyarakat seperti tidak selalu tepat tujuan yang dimaksud,kurangnya jumlah armada pengangkut dan ongkos yang dirasa masih mahal. Disisi lain banyak supplier kendaraan khususnya roda dua yang dengan gencar melakukan penawaran – penawaran, baik fungsi yang diandalankan dari tiap-tiap pabrikan maupun cara – cara mudah untuk mendapatkan kendaraan sehingga mengakibatkan masyarakat berpikir lebih baik membeli kendaraan khususnya roda dua daripada menggandalkan transportasi masal.

Dengan bertambahnya jumlah kendaraan mengakibatkan permintaan akan BBM juga akan meningkat Alat transportasi saat ini khususnya di Indonesia masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai energi primer untuk menggerakkan motor bakar. BBM yang dihasilkan dari fosil memiliki keterbatasan jumlah produksi. Pengurangan dan penghapusan subsidi BBM membuat terjadinya kenaikan harga BBM, entah bensin (premium, pertamax, dan pertamax plus) ataupun solar. Dengan kenaikan harga BBM yang terjadi memaksa masyarakat untuk melakukan upaya penghematan diantaranya dengan cara pengionisasian menggunakan induksi magnet, upaya yang lain adalah meningkatkan efisiensi proses pembakaran dalam ruang bakar mesin baik bensin ataupun diesel. Mesin-mesin terkini juga dilengkapi peralatan elektronik yang mengatur atau menyesuaikan jumlah pasokan bahan bakar dengan putaran mesin (RPM) atau beban kerjanya. Ada pula upaya untuk memanaskan BBM sebelum masuk ruang bakar mesin agar cairan BBM berubah menjadi uap. Dari upaya yang dilakukan diatas kesemuannya mengusahakan adanya proses pembakaran BBM yang sempurna pada ruang bakar sehingga tidak ada BBM yang terbuang atau lolos dari ruang silinder tanpa terbakar secara keseluruhan.

Pada rencana kegiatan ini akan digunakan metode yang terakhir yaitu dengan memanaskan BBM dengan suhu konstan sebelum masuk ke proses penguapan oleh karbulator sehingga setelah diuapkan oleh karbulator butir-butir BBM menjadi lebih berpartikel kecil dan halus daripada bila tidak dilakukan pemanasan BBM.dengan demikian uap BBM yang melalui proses pemanasan akan lebih terbakar dengan sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar